Pages

Sunday, 23 October 2011

Buat Baik Berpada-pada

org cakap buat baik berpada2,buat jht jgn sekali..tp kadang2 bile kite buat baik pun,org layan kite cam sial gak..hmmm..tah la...manusia kn..mcm2..
tp yg lg sedihnye bile org yg wt kite mcm tu adalah org yg kite syg...klu org yg kenal biase2 ni,rilek sudeh~ , no rasa~
tp bile org yg kite syg wt mcm tu,sakitnye menyucuk.tuhan je yg tau..arrrgggghhh!!! aku sakit... :'((

Thursday, 15 September 2011

Penghujung Rindu

Bila kekasih mengundang aku pulang
Mahligai menanti penuh gemilang
Bila kekasih menyingkap tabir cinta
Tiada terbatas dengan kata-kata

Dapatkah aku membalas dengan air mata
Tanda syukur menerima
Setelah sekian lama
Menghamba hidup pada dunia

Seribu tahun takkan sama
Sesaat bersatu dalam nyata
Kerna kasih ku sanggup korbankan
Jasad dan nyawa

Terang bulan kerana mentari
Hadir bayang kerana cahaya
Begitulah cinta kita

Tiada jarak pemisah lagi
Tiada garis sempadan budi
Aku terima dan jua memberi
Seikhlas hati

Seribu tahun dan sejuta langkah
Seribu tahun bersinar cinta
Kita bertemu di penghujung rindu


suke dgr lagu ni... thanx to my fren yg gtau lagu ni...huhuhu.. <3

Dosa yang Lebih HEBAT dari ZINA

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan
terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa
dia berada dalam duka cita yang mencengkam. Kerudungnya menangkup
rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan
menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan
roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang
tengah meruyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka
terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik
itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air
matanya berderai tatkala dia berkata,

"Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan
mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s terkejut.
"Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik.
"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita,
"Saya ......telah berzina."

Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu
meneruskan,
"Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu
lahir, langsung saya....... Cekik lehernya sampai......tewas",
ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.

Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang dia mengherdik
perempuan tersebut.

"Nyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam
rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil
memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu,
hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia
terhantuk-hantuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap
tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus ke mana lagi hendak
mengadu. Bahkan dia tidak tahu mahu dibawa ke mana lagi kakinya.
Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia
lain bakal menerimanya?

Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tidak tahu bahawa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun
mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,

"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari
dosanya?"

"Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa
terperanjat.

"Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina Dan
pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu
bertanya kepada Jibril.

"Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista
itu?"
" Ada !" jawab Jibril dengan tegas.

"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.

"Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal.
Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi
untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan
khusyuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan
tersebut.

Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan
sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat
bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.
Berarti mereka seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan,
bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk
mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertaubat dan
menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai
iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan
kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima
kedatangannya.

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan solat
lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah
Al-Qur'an, membunuh 70 nabi Dan bersetubuh dengan ibunya di dalam
Ka'bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang
meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, Kemudian dia
mengqadanya, maka dia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub.
Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari
360 Hari, sedangkan satu Hari di akhirat perbandingannya adalah
seribu tahun di dunia.Dasyatnya azab neraka.

Demikianlah kisah Nabi Musa Dan wanita pezina Dan dua hadist Nabi,
mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi Kita Dan timbul niat untuk
melaksanakan kewajiban solat dengan istiqamah.Insyallah.

Newbie

Buah cempedak diluar pagar,
Ambil galah tolong jolokkan;
Saya budak baru belajar,
Kalau salah tolong tunjukkan. :))